Roadmap D4 Tata Busana
Surabaya – Program Studi D4 Tata Busana Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menetapkan revisi peta jalan penelitian 2023–2027 dengan semangat “Go Global Fashion: Budaya Lokal – Teknologi – Kriya Tekstil – Kewirausahaan – Fesyen Berkelanjutan.” Roadmap tersebut dirancang sebagai arah pengembangan riset dosen dan mahasiswa yang bergerak secara bertahap dari pemetaan potensi budaya lokal hingga internasionalisasi produk fesyen. Melalui tahapan yang sistematis, Prodi D4 Tata Busana mengarahkan penelitian agar tidak hanya menghasilkan karya akademik, tetapi juga melahirkan inovasi fesyen berbasis budaya lokal yang tervalidasi, terstandarisasi, terhilirisasi, dan memiliki daya saing nasional maupun internasional.
Tahap awal pada 2023 difokuskan pada pemetaan dan fondasi, yaitu mengidentifikasi potensi budaya lokal seperti ragam hias, batik, kriya tekstil, material, kebutuhan konsumen, UMKM, serta dunia usaha dan dunia industri. Pada tahap ini, penelitian mahasiswa diarahkan pada eksplorasi sumber budaya setempat, permasalahan, kebutuhan pengguna, serta posisi tema terhadap bidang keilmuan. Memasuki 2024, roadmap bergerak menuju tahap eksplorasi dan prototipe, dengan pengembangan desain berbasis budaya lokal melalui batik, kebaya, manipulating fabric, material berkelanjutan, CAD/digital production, kriya tekstil, ready-to-wear, dan busana pesta. Luaran tahap ini berupa prototipe, desain, spesifikasi produk, material, teknik, proses, dan target pengguna yang semakin jelas.
Pada 2025, penelitian memasuki fase validasi dan standardisasi. Produk yang telah dikembangkan diuji dari aspek estetika, fungsi, kenyamanan, ergonomi, autentisitas budaya, mutu material, ketahanan produk, efisiensi bahan, keberlanjutan, hingga penerimaan konsumen. Setiap mahasiswa diarahkan menghasilkan minimal satu bentuk validasi, seperti ahli, pengguna, konsumen, uji mutu, kenyamanan, atau material. Tahap ini menjadi penting karena inovasi tidak cukup hanya kreatif, tetapi juga harus dapat dipertanggungjawabkan dari sisi kualitas, fungsi, dan kebutuhan pasar sebelum memasuki proses hilirisasi.
Tahap berikutnya pada 2026 diarahkan pada hilirisasi dan komersialisasi melalui implementasi produk pada UMKM, dunia usaha dan dunia industri, produksi skala terbatas, penguatan merek dan kemasan digital, pemanfaatan e-commerce, perlindungan HKI, lisensi, hingga inkubasi bisnis. Tugas akhir terpilih diarahkan sampai pada kesiapan pasar melalui aspek harga jual, branding, packaging, HKI, dan kanal pemasaran digital. Dengan demikian, hasil penelitian mahasiswa dan dosen tidak berhenti sebagai prototipe akademik, tetapi diharapkan berkembang menjadi produk yang memiliki kesiapan pasar, model bisnis, serta peluang kemitraan yang lebih luas.
Puncak roadmap pada 2027 adalah fase internasionalisasi dan ekosistem, yaitu pengembangan produk unggulan berbasis budaya lokal untuk pasar global, penerapan standar global, circular fashion, kesiapan ekspor, kolaborasi internasional, publikasi, hingga pameran global. Penelitian mahasiswa unggulan diarahkan pada benchmarking internasional, bilingual portfolio, kolaborasi luar negeri, pameran atau kompetisi internasional, serta kajian kesiapan pasar global. Alur tersebut memperlihatkan kesinambungan penelitian mahasiswa mulai dari potensi budaya lokal, eksplorasi desain, prototipe produk, validasi, standardisasi dan penyempurnaan, HKI dan branding, hilirisasi ke UMKM/dunia usaha dan industri, publikasi dan komersialisasi, hingga internasionalisasi. Melalui roadmap ini, D4 Tata Busana UNESA menegaskan arah pengembangan pendidikan vokasi fesyen yang menghubungkan kekuatan budaya lokal dengan teknologi, kewirausahaan, keberlanjutan, dan jejaring global.