KERJASAMA D4 TATA BUSANA 2025
Kerjasama Program Studi Tata Busana menunjukkan fokus yang sangat kuat pada kemitraan dengan sektor industri dan pendidikan. Kerjasama dengan Perusahaan rintisan (startup company) mencatat jumlah tertinggi, mendekati 40 unit kemitraan. Angka ini secara eksplisit menegaskan orientasi vokasional program studi yang adaptif terhadap dinamika industri mode yang cepat dan berbasis inovasi. Kemitraan yang masif dengan perusahaan rintisan menjadi modal utama dalam mendukung kegiatan magang, proyek akhir, dan penyerapan lulusan yang bergerak di bidang technopreneurship. Pola ini sejalan dengan tuntutan industri 4.0 di sektor ekonomi kreatif.
Kategori Institusi Pendidikan menempati posisi tertinggi kedua dalam struktur kerjasama, dengan jumlah unit kemitraan sekitar 20. Kemitraan yang intensif dengan institusi pendidikan lain, baik di dalam maupun luar negeri, sangat vital untuk pengembangan kurikulum dan mobilitas akademik. Kerjasama ini berperan penting dalam meningkatkan kualitas pengajaran, penelitian kolaboratif, serta pertukaran dosen dan mahasiswa. Hal ini juga menjadi fondasi penting dalam upaya rekognisi program studi di tingkat regional dan nasional. Kualitas kemitraan ini harus dipertahankan dan ditingkatkan untuk mencapai standar global.
Meskipun fokus utama berada pada sektor industri rintisan dan pendidikan, kerjasama dengan Perguruan tinggi yang masuk dalam ranking (luar negeri) juga patut diapresiasi, tercatat sekitar 8 unit kemitraan. Kemitraan ini sangat strategis untuk inisiasi program internasional dan pengakuan internasional bagi lulusan. Selain itu, terdapat sejumlah kecil kerjasama dengan Instansi Pemerintah dan Perusahaan multinasional, masing-masing sekitar 5 unit. Angka ini menunjukkan adanya peluang untuk memperluas jangkauan ke sektor publik dan korporasi berskala global. Sebaliknya, grafik menunjukkan bahwa kerjasama dengan lembaga penelitian dan kebudayaan masih sangat minim. Kemitraan dengan Lembaga riset pemerintah, swasta, dan/atau internasional tercatat sangat rendah, berada di kisaran 1-2 unit. Demikian pula dengan Lembaga kebudayaan berskala nasional/internasional, yang juga berada pada angka yang serupa. Kondisi ini mengindikasikan perlunya program studi untuk mengalokasikan sumber daya guna meningkatkan kegiatan riset terapan. Peningkatan ini harus berfokus pada inovasi material, teknologi busana, dan aspek keberlanjutan (sustainability).
Secara umum, struktur kemitraan Program Studi D4 Tata Busana telah menunjukkan orientasi vokasional yang kuat dengan prioritas pada startup dan institusi pendidikan. Namun, ke depan, program studi harus merumuskan strategi untuk mendiversifikasi mitra. Diversifikasi harus mencakup perluasan kerjasama dengan Perusahaan multinasional dan lembaga riset untuk meningkatkan eksposur global dan kapasitas inovasi. Penguatan kemitraan riset juga penting untuk mendukung pengajuan paten dan publikasi ilmiah terindeks internasional.