TRACER ALUMNI D4 TATA BUSANA 2025
A. Respons Rate & Gold Standard
Pelaksanaan Tracer Study Program D4 Tata Busana Fakultas Vokasi Universitas
Negeri Surabaya periode 2025 mencatat pencapaian yang signifikan dalam aspek
pengumpulan data. Tingkat respons (response rate) berhasil mencapai
angka optimal, yaitu 100.00%,
dari total 26 alumni D4 Tata Busana yang menjadi target survei.
Gambar 1. Respon Rate Alumni D4 Tata Busana
2025
Data menunjukkan bahwa seluruh responden telah menyelesaikan pengisian
kuesioner, tanpa adanya status On Going atau Belum Mengisi. Capaian ini
menegaskan efektivitas metode pelacakan yang digunakan dan menunjukkan tingkat
partisipasi serta kepedulian alumni yang sangat tinggi terhadap evaluasi
program studi. Akurasi dan kelengkapan data hasil survei ini menjadi landasan
yang kredibel untuk perumusan kebijakan dan pengembangan kurikulum di masa
mendatang.
Gambar 2. Golden Standard Alumni D4 Tata Busana 2025
Analisis luaran alumni Program D4 Tata Busana memperlihatkan distribusi
karir yang terarah dan berdaya saing tinggi. Sejumlah 5 alumni dengan
prosentase 19.23% memilih jalur Kewirausahaan sebagai fokus utama,
mencerminkan keberhasilan program studi dalam menumbuhkan kemandirian dan inovasi
bisnis. Mayoritas alumni yaitu 16 orang (60.77%) telah terserap dalam dunia kerja, mengindikasikan
relevansi keilmuan dan keterampilan yang diajarkan dengan kebutuhan industri.
Selain itu, terdapat 1 alumni dengan jumlah prosentase 3.85% yang melanjutkan studi. Hal ini menunjukkan komitmen
terhadap pengembangan akademik. Secara agregat, sebanyak 22 alumni dengan
jumlah prosentase 83.85% telah
mencapai kategori Gold Standard yang menegaskan kontribusi program studi dalam
menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi secara profesional. Kategori Gold
standard dapat diberikan kepada alumni yang melanjutkan studi kurang dari 12
bulan setelah terbit ijazah dan alumni yang mendapatkan pekerjaan atau
berwirausaha sebelum 6 bulan dengan gaji kurang lebih 1,2 UMP.
B.
IPK
Data Indeks Prestasi
Kumulatif (IPK) alumni Program studi D4 Tata Busana menunjukkan pencapaian
akademik yang sangat memuaskan dan konsisten. Hal ini tercatat pada Gambar 3
bahwa rata-rata IPK alumni Program Studi D4 Tata Busana adalah 3.80
yang mendekati skor IPK tertinggi atau maksmimal. IPK rata-rata
alumni D4 Tata Busana menegaskan kualitas proses pembelajaran dan evaluasi yang
tinggi di dalam program studi. Konsistensi capaian ini mengindikasikan bahwa
mayoritas lulusan berhasil mempertahankan performa akademik yang unggul hingga
kelulusan. Dengan rata-rata IPK yang substansial, alumni diharapkan memiliki
daya saing yang kuat di tingkat profesional maupun akademis.
Gambar 3. IPK Alumni D4 Tata Busana 2025
Pencerminan kualitas
akademik juga terlihat dari perbandingan nilai IPK. Nilai IPK Tertinggi Program D4
Tata Busana tercatat mencapai 4.00,
menunjukkan adanya alumni yang meraih prestasi sempurna. Sementara itu, nilai IPK Terendah berada pada
kisaran 3.60,
yang masih tergolong sangat tinggi untuk skala akademik. Selisih antara IPK
Tertinggi dan IPK Terendah yang relatif kecil ini merefleksikan homogenitas
kualitas akademik. Hal ini menggarisbawahi upaya program studi dalam
memfasilitasi setiap mahasiswa mencapai standar kompetensi yang optimal.
C.
Status Alumni
Status
Alumni D4 Tata Busana menunjukkan tingkat penyerapan lulusan yang sangat tinggi
di dunia kerja dan wirausaha. Data pada gambar 4 memperlihatkan bahwa mayoritas
signifikan alumni, mencapai 73.08%, telah bekerja penuh waktu (full time) atau paruh waktu (part time). Angka ini menjadi
indikator kuat bahwa kurikulum Program D4 Tata Busana memiliki relevansi tinggi
dengan kebutuhan pasar kerja. Selain itu, 19.23% alumni memilih jalur Wiraswasta,
menegaskan keberhasilan dalam menanamkan jiwa kewirausahaan dan kemandirian
bisnis. Proporsi ini menunjukkan bahwa Program Studi efektif mencetak tenaga
kerja profesional dan wirausahawan baru. Kombinasi kedua jalur ini menunjukkan
kematangan lulusan dalam memasuki dunia pascakampus.
Gambar 4. Status Alumni D4 Tata Busana 2025
Status alumni yang tergolong belum aktif di pasar kerja tercatat dalam persentase yang minimal. Terdapat jumlah 3.85% alumni yang memilih melanjutkan pendidikan, mencerminkan fokus utama alumni pada karir profesional terlebih dahulu. Prosentase selanjutnya 3.85% alumni berstatus Tidak Kerja tetapi sedang mencari kerja, menunjukkan bahwa hampir semua lulusan telah aktif dalam transisi karir. Angka 0.00% pada kategori belum memungkinkan bekerja menjadi bukti bahwa tidak ada alumni yang terhambat masuk ke pasar kerja karena alasan eksternal atau personal. Secara keseluruhan, data ini merefleksikan kesiapan dan akselerasi lulusan dalam mendapatkan pekerjaan atau mendirikan usaha setelah kelulusan.
D. Sumber Pembiayaan Kuliah
Gambar 5. Sumber
Pembiayaan Kuliah Alumni D4 Tata Busana 2025
Sumber
Biaya Pendidikan menunjukkan secara jelas bahwa mayoritas alumni Program D4
Tata Busana berasal dari latar belakang non-beasiswa. Sebanyak 96.15% alumni menyatakan
bahwa biaya perkuliahan mereka sepenuhnya ditanggung oleh Biaya Sendiri/Keluarga.
Persentase dominan ini mencerminkan tingginya kemandirian finansial mahasiswa
dalam menempuh pendidikan di program studi ini. Kondisi ini juga mengindikasikan
bahwa akses pendidikan tinggi di program studi ini sangat bergantung pada
dukungan ekonomi keluarga. Data ini dapat menjadi bahan evaluasi terkait
program outreach
untuk menjaring mahasiswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu.
Terdapat
kontribusi minimal dari program beasiswa, khususnya Beasiswa AFIRMASI, yang
berjumlah 3.85%
dari total alumni. Angka ini mencerminkan adanya keberagaman akses bagi
sejumlah kecil mahasiswa, meskipun tidak signifikan. Sementara itu, program
beasiswa pemerintah berskala besar seperti Beasiswa ADIK, BIDIKMISI, dan PPA
tidak tercatat satupun kontribusinya (0.00%). Tidak adanya
beasiswa Perusahaan/Swasta juga menunjukkan peluang kerjasama yang belum
termanfaatkan secara maksimal. Hasil ini memberikan masukan penting untuk meningkatkan
inisiatif pengajuan dan penyaluran beasiswa bagi mahasiswa di masa mendatang.
E.
Kompetensi Alumni (Dikuasai & Diperlukan)
Gambar 6. Kompetensi Alumni D4 Tata Busana
2025
Grafik
Kompetensi Alumni menunjukkan bahwa program studi telah berhasil membekali
lulusan dengan kompetensi teknis yang sangat relevan. Terdapat keselarasan yang
luar biasa antara tingkat kompetensi yang Dikuasai
(garis hijau) dan yang Diperlukan (garis merah) pada aspek Keahlian Berdasarkan Bidang Ilmu.
Selain itu, kompetensi soft skill seperti Etika dan Kerja Sama Tim juga menunjukkan penguasaan
yang seimbang atau bahkan melebihi ekspektasi pasar kerja. Hasil ini menegaskan
bahwa profil lulusan telah memenuhi standar kualifikasi yang dipersyaratkan
oleh industri fashion dan garmen. Hal ini menjadi bukti efektivitas kurikulum
berbasis vokasi yang mengedepankan kemampuan praktik.
Namun
demikian, grafik mengidentifikasi adanya dua area utama yang memerlukan penguatan
substansial di masa depan. Kompetensi Penggunaan
Teknologi Informasi dan Pengembangan
(development)
menunjukkan adanya kesenjangan (gap)
signifikan. Meskipun Komunikasi
mencapai penguasaan yang baik, Pengembangan
berada di bawah standar kebutuhan dunia kerja. Sementara itu, kemampuan Bahasa Inggris berada di
ambang batas penguasaan yang diperlukan, menuntut peningkatan kurikuler.
Kesenjangan ini mengindikasikan perlunya perancangan ulang materi ajar yang
lebih fokus pada keterampilan digital dan inovasi produk. Peningkatan ini
penting untuk mempertahankan relevansi lulusan di tengah pesatnya perkembangan
industri mode global.
F. Alasan Alumni Belum Memungkinkan Bekerja
Grafik
Alasan Alumni Belum Memungkinkan Bekerja menunjukkan hasil yang sangat positif
dengan angka 0.00%
pada semua kategorinya. Data ini menegaskan bahwa tidak ada satu pun lulusan
Program D4 Tata Busana yang menghadapi hambatan signifikan untuk memasuki pasar
kerja. Hasil ini mengimplikasikan bahwa faktor-faktor seperti kondisi
kesehatan, keterbatasan fisik, atau tanggung jawab domestik tidak menjadi
penghalang. Angka nol persen ini menunjukkan tingginya tingkat kesiapan fisik dan
psikologis alumni untuk berkarir. Kesimpulannya, program studi berhasil
menghasilkan lulusan tanpa kendala eksternal untuk penyerapan kerja.
Implikasi
dari ketiadaan data ini adalah bahwa seluruh alumni yang aktif telah berhasil
melakukan transisi ke dunia profesional. Tidak adanya hambatan eksternal
menunjukkan bahwa fokus evaluasi dapat diarahkan penuh pada peningkatan
kualitas internal. Program studi tidak perlu mengalokasikan sumber daya untuk
mengatasi masalah ketidakmampuan bekerja karena faktor personal atau eksternal.
Keberhasilan ini memperkuat brand
image Program D4 Tata Busana sebagai program studi yang
menghasilkan lulusan yang sangat siap kerja. Hasil ini sangat krusial dalam
menyusun strategi pemasaran dan akreditasi program studi di masa depan.
G. Metode Pembelajaran
Gambar 8. Metode Pembelajaran Alumni D4 Tata Busana 2025
Grafik
Metode Pembelajaran menunjukkan adanya persepsi yang sangat positif dari alumni
terhadap efektivitas berbagai metode pengajaran. Metode Perkuliahan dinilai
paling tinggi dengan skor 3.67, mengindikasikan bahwa transfer
pengetahuan teoretis berjalan sangat efektif dan terstruktur. Metode magang memperoleh
apresiasi tinggi dengan skor 3.58%, menegaskan relevansi pengalaman
praktik di industri. Temuan ini sangat krusial karena program vokasi
mensyaratkan integrasi kuat antara teori di kelas dan pengalaman lapangan.
Tingginya skor ini mengkonfirmasi keberhasilan program studi dalam menjembatani
kesenjangan antara akademik dan tuntutan dunia kerja profesional.
Secara
keseluruhan, semua metode pembelajaran menunjukkan skor di atas 3.33, menggarisbawahi
kualitas pengajaran yang merata di seluruh komponen. Metode yang berorientasi
pada praktik seperti Praktikum
dan Diskusi
masing-masing mendapat skor 3.54%. Demikian pula, Partisipasi dalam proyek riset
dan Kerja Lapangan
dinilai 3.46%, menunjukkan keberhasilan dalam
mengembangkan keterampilan penelitian terapan dan aplikatif. Meskipun demonstrasi mendapat skor sedikit lebih rendah (3.33%),
skor tersebut tetap berada pada kategori sangat baik. Hasil komprehensif ini
menjadi dasar yang kuat untuk mempertahankan dan mengoptimalkan semua metode
yang telah diterapkan.