ECHOES IN BLUE
Sebanyak 88 mahasiswa Program Studi D4 Tata Busana angkatan 2022 menyelenggarakan “XYNTHESIS: The 4th Annual Show Vocational Fashion Design” pada 11 Oktober 2025. Dalam gelaran ini, para mahasiswa menampilkan berbagai koleksi busana dengan beragam tema yang memadukan kreativitas, teknik, dan konsep artistik.
Salah satu tema yang dihadirkan adalah “Azure Mystique”, dengan dominasi warna biru yang melambangkan ketenangan, keanggunan, dan keindahan. Terdapat 10 desainer yang berpartisipasi dalam tema ini, salah satunya Wina Rosmalia Dewi, yang mempersembahkan karya busana avant-garde bertajuk “Echoes in Blue.”
Karya tersebut merupakan perpaduan antara keindahan arsitektur Islam dan eksplorasi artistik dalam bentuk busana yang sarat makna, menampilkan harmoni antara spiritualitas, struktur, dan estetika modern.
Makna di Balik “Echoes in Blue”
Nama “Echoes in Blue” melambangkan gema spiritual dan ketenangan yang terpancar dari arsitektur Koutoubia Mosque, diwujudkan melalui dominasi warna biru yang merepresentasikan kedamaian, keagungan, dan refleksi spiritual.Busana ini menjadi metafora antara gema sejarah arsitektur Islam dengan gelombang kreativitas modern yang dituangkan dalam desain avant-garde.
Inspirasi dari Keagungan Koutoubia Mosque Koutoubia Mosque di Marrakesh, Maroko, dikenal dengan keindahan struktur dan ornamen geometrisnya. Lengkungan tapal kuda, menara yang menjulang, dan pola repetitif khas arsitektur Islam menjadi sumber inspirasi utama dalam rancangan ini. Melalui pendekatan avant-garde, unsur-unsur arsitektur tersebut tidak dihadirkan secara literal, melainkan ditransformasikan menjadi elemen busana yang eksperimental dan artistik. Hasilnya, tercipta sebuah karya yang memadukan nilai spiritual, estetika arsitektur, dan inovasi desain mode.
Eksplorasi Manipulasi Kain: Flounce dan Bordir
Dalam proses kreatifnya, digunakan teknik manipulating fabric seperti flounce dan bordir untuk mengekspresikan karakter visual dari Koutoubia Mosque. Flounce diaplikasikan untuk membentuk gelombang dan volume yang menyerupai lengkungan arsitektur, menghadirkan kesan dinamis serta romantik. Bordir yang terinspirasi dari motif-motif yang ada di masjid Koutoubia Perpaduan kedua teknik ini menghasilkan permainan tekstur dan dimensi yang kompleks, memperkuat karakter avant-garde yang tegas, dramatis, namun tetap elegan.
Avant-Garde sebagai Media Ekspresi
Gaya avant-garde dalam karya “Echoes in Blue” tidak hanya menonjolkan bentuk yang eksperimental, tetapi juga menyampaikan pesan tentang keindahan spiritual dan keagungan budaya Islam. Busana ini menjadi media untuk menjembatani arsitektur dan fashion, dua bidang seni yang sama-sama menonjolkan struktur, keseimbangan, dan ekspresi ruang.
Mengangkat Budaya, Menggugah Kreativitas
Karya “Echoes in Blue” menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menggabungkan nilai nilai budaya, spiritualitas, dan inovasi desain ke dalam satu bentuk ekspresi visual. Busana Avant Garde Dengan inspirasi Koutoubia Mosque menjadi karya busana kontemporer membuktikan bahwa budaya dapat terus di lestarikan, dan mahasiswa juga membuat busana avant garde dengan waktu kurang lebih 3 bulan setelah mendesain busana yang sudah di ACC para dosen. Melalui karya ini, diharapkan muncul inspirasi bagi generasi muda desainer Indonesia untuk terus bereksperimen, menghargai budaya, dan menciptakan karya yang memiliki daya saing global.